Wali Kota Surakarta Hadiri PKU Akbar Pengembangan Kapasitas Usaha oleh PNM di Pendapi Gede Balaikota SurakartaSurakarta, 7 Oktober 2025 Pemerintah Kota Surakarta bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar kegiatan PKU Akbar – Pengembangan Kapasitas Usaha di Pendapi Gede Balaikota Surakarta, Selasa (7/10). Acara yang diikuti ratusan nasabah PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro di Kota Surakarta.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Surakarta, Bapak Respati Aji, serta sejumlah pejabat daerah, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pimpinan cabang PNM Surakarta, dan para tokoh dari instansi pemerintah dan lembaga keuangan. Turut hadir pula Pimpinan Cabang PNM Surakarta, Ibu Setiyowati Prihartini, dan perwakilan dari OJK Regional, serta jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Perdagangan Kota Surakarta.
Dalam laporan pelaksana kegiatan, pihak PNM Cabang Surakarta menyampaikan bahwa hingga Agustus 2025, PNM telah mencatat capaian luar biasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), PNM telah melayani lebih dari 13,3 juta perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia. Angka ini menjadikan PNM sebagai lembaga pembiayaan perempuan terbesar di dunia, melampaui pencapaian lembaga mikro legendaris Grameen Bank di Bangladesh.
Khusus di wilayah Surakarta dan sekitarnya, PNM telah mendampingi lebih dari 187.000 nasabah yang tergabung dalam lebih dari 11.000 kelompok usaha, dengan dukungan dari 50 kantor layanan Mekar dan 17 unit layanan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro).
Dalam sambutannya, perwakilan PNM menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan finansial, tetapi juga mencakup tiga pilar utama pemberdayaan, yaitu:
1. Modal Finansial, melalui pembiayaan mikro baik secara individu (ULaMM) maupun berkelompok (Mekar).
2. Modal Sosial, dengan membangun ekosistem saling dukung antar-pelaku usaha di tingkat akar rumput.
3. Modal Intelektual, melalui pelatihan rutin mingguan terkait literasi keuangan, literasi digital, dan pengembangan usaha.
“Kami percaya bahwa perempuan-perempuan tangguh ini mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga dan masyarakat. Dengan pendampingan berkelanjutan, UMKM perempuan akan tumbuh lebih cerdas, berdaya saing, dan naik kelas,” ujar pimpinan cabang PNM Surakarta, Ibu Setiyowati Prihartini.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta, Bapak Respati Ardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada PNM atas dedikasi dalam memberdayakan perempuan dan pelaku usaha mikro di Kota Surakarta.
Beliau menyebut bahwa PNM Mekaar merupakan bentuk nyata dari ekonomi kerakyatan yang diharapkan Presiden dan pemerintah pusat, karena memberdayakan sektor riil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Mekar ini adalah solusi konkret bagi ekonomi rakyat. Yang paling kreatif dalam perekonomian itu justru ibu-ibu. Mereka pintar beradaptasi, mengelola rumah tangga, dan mencari peluang usaha meski dengan modal terbatas,” ungkap Wali Kota disambut tepuk tangan peserta.
Wali Kota menegaskan bahwa perempuan pelaku UMKM memiliki potensi luar biasa dalam mendukung ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi kota. Ia juga menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi, terutama dalam menghadapi era digital.
“Sekarang zamannya ekonomi kreatif. Tapi yang paling kreatif bukan hanya anak muda dengan gawai dan media sosialnya, melainkan ibu-ibu yang setiap hari mampu menciptakan menu baru di dapur, menyesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Itu bentuk kreativitas yang luar biasa,” ujarnya disambut tawa para peserta.
Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen untuk terus bersinergi dengan PNM dan lembaga lain dalam memperkuat pemberdayaan UMKM, terutama di sektor perdagangan, kuliner, dan jasa rumah tangga seperti laundry, catering, dan kerajinan lokal.
Pemerintah juga mendorong agar UMKM binaan PNM dapat masuk ke dalam e-katalog lokal (LKPP), sehingga hasil produksi mereka bisa dibeli langsung oleh instansi pemerintah.
“Pemerintah kota sering membutuhkan souvenir dan produk lokal untuk kegiatan. Kalau ibu-ibu sudah punya badan usaha dan masuk ke e-katalog, otomatis bisa menjadi mitra resmi Pemkot. Ini bagian dari langkah nyata menaikkan kelas UMKM,” tegasnya.
Selain itu, Pemkot berencana memperluas program kemitraan dapur MBD (Menu Bergizi Gratis) dengan melibatkan kelompok perempuan dan UMKM binaan PNM, sehingga mereka bisa berpartisipasi dalam penyediaan makanan sehat untuk anak sekolah.
“Dengan 50 dapur yang akan aktif tahun depan, ada potensi Rp375 miliar uang baru berputar di Kota Solo. Ini harus dimanfaatkan oleh UMKM lokal. Saya ingin ibu-ibu Mekaar ikut berperan dalam dapur MBD,” imbuh Wali Kota.
Dalam bagian akhir sambutannya, Wali Kota juga mengajak seluruh peserta untuk ikut menghidupkan kembali pasar-pasar tradisional di Kota Surakarta. Menurutnya, tantangan utama pasar tradisional bukan hanya pergeseran pola belanja masyarakat, tetapi juga kurangnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam menghadirkan produk kreatif dan kompetitif.
“Mari kita kembalikan lagi semangat ekonomi rakyat ke pasar-pasar tradisional. Pasar itu bukan hanya tempat jual beli, tapi ruang sosial dan budaya. Kalau ibu-ibu UMKM ikut berjualan di sana, pasar akan hidup kembali,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan dan program pemberdayaan seperti PKU Akbar ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal berbasis keluarga dan perempuan.
Sebagai tanda dimulainya kegiatan, dilakukan seremoni pembukaan simbolis oleh perwakilan Pemerintah Kota Surakarta, PNM, dan OJK, disertai dengan penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada beberapa pelaku usaha binaan PNM.
Salah satu momen istimewa dalam acara ini adalah pemberian apresiasi khusus kepada Ibu Tri Ayu Widiaswati, sebagai nasabah inspiratif PNM Mekaar yang dinilai berhasil mengembangkan usaha dari skala rumah tangga hingga mampu mempekerjakan warga sekitar.
Acara juga diisi dengan sesi foto bersama antara Wali Kota, pimpinan PNM, OJK, dan para penerima manfaat, serta penyerahan cendera mata dari PNM kepada Pemerintah Kota Surakarta sebagai bentuk sinergi berkelanjutan dalam pemberdayaan ekonomi rakyat.
Kegiatan PKU Akbar – Pengembangan Kapasitas Usaha oleh PNM di Pendapi Gede Balaikota Surakarta ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam menggerakkan ekonomi inklusif, khususnya bagi perempuan pelaku usaha mikro dan ultra mikro.
Melalui kolaborasi antara PNM, OJK, dan Pemerintah Kota Surakarta, diharapkan semakin banyak UMKM perempuan yang naik kelas, melek digital, dan mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi bagian penting dalam mewujudkan Surakarta yang sejahtera, kreatif, dan berdaya saing.
“Kita ingin ibu-ibu tangguh di Solo ini tidak hanya berjualan, tapi bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang kreatif, mandiri, dan menginspirasi. Pemerintah akan terus mendampingi dan membuka jalan bagi kemajuan mereka,” tutup Wali Kota