Wali Kota Surakarta Hadiri Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas di Sarana Kesehatan MasyarakatWali Kota Surakarta Hadiri Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas di Sarana Kesehatan Masyarakat
Surakarta – Wali Kota Surakarta menghadiri kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas pengelolaan obat bebas (OB) dan obat bebas terbatas (OBT) bagi tenaga pendukung atau penunjang kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Direktur Pengelolaan dan Perubahan Informasi Kegugasan RI Ibu Agustini Sabtaningsi, Direktur Pengawasan Distribusi dan Pelayanan Kefarmasian RI Bapak Arief Bisono, Direktur Utama Bukit Polimek Bapak Matiusuk, Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Informasi Indonesia Bapak Andoes Bayu Aji, Ketua Umum Bapak Priwilu, Bapak John Ferry, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surakarta menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di Kota Surakarta. Ia menekankan bahwa meskipun Surakarta tidak memiliki potensi alam seperti gunung atau laut, kota ini memiliki kekuatan budaya dan keramahan yang mampu menjadi daya tarik bagi para tamu.
Wali Kota juga menyoroti pentingnya kegiatan peningkatan kapasitas ini, khususnya bagi para tenaga yang berhadapan langsung dengan masyarakat atau konsumen. Menurutnya, pengelolaan obat bebas dan obat bebas terbatas merupakan isu yang sangat penting dan mendesak karena memiliki dampak langsung terhadap kondisi sosial di masyarakat.
Ia mencontohkan pengalaman penanganan kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025, yang melibatkan remaja usia sekolah, bahkan hingga tingkat SMP. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan bersama aparat, diketahui bahwa mobilisasi massa banyak dilakukan melalui media sosial dan grup komunikasi digital. Lebih lanjut, ditemukan bahwa sebagian pelaku memanfaatkan obat-obatan yang dicampur dengan alkohol sebagai pemicu keberanian untuk melakukan tindakan anarkis.
“Terkait hal tersebut, peran tenaga penjual, khususnya di sektor retail, menjadi garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan obat. Diperlukan kepedulian dan sense of crisis agar tidak sembarangan dalam menjual obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan,” tegas Wali Kota.
Ia juga menekankan bahwa dampak kerusuhan tidak hanya dirasakan oleh pemerintah, melainkan langsung dirasakan oleh masyarakat kecil seperti pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga pekerja sektor informal yang harus menghentikan aktivitas ekonominya.
Lebih lanjut, Wali Kota berharap melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman, kompetensi, serta komitmen dalam pengelolaan obat bebas dan obat bebas terbatas, khususnya di sarana retail modern yang banyak berkembang di wilayah perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyinggung program sekolah rakyat yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai upaya memutus rantai kemiskinan. Program ini memberikan fasilitas pendidikan, asrama, hingga kebutuhan dasar bagi peserta didik. Namun, ia mengungkapkan masih adanya tantangan, termasuk kondisi ekonomi keluarga yang membuat anak harus kembali ke rumah, serta permasalahan penyelundupan obat-obatan ke lingkungan sekolah.
“Masih ditemukan adanya peredaran obat-obatan dosis tinggi yang disalahgunakan oleh anak-anak, khususnya dari kelompok rentan. Hal ini menjadi perhatian serius dan menunjukkan pentingnya pengawasan distribusi obat,” ungkapnya.
Wali Kota menegaskan bahwa industri farmasi dan seluruh pihak terkait harus memiliki kewaspadaan tinggi serta tanggung jawab dalam memastikan distribusi obat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Pemerintah Kota Surakarta, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk pengawasan distribusi obat guna melindungi masyarakat. Saat ini, Kota Surakarta memiliki 22 rumah sakit, 17 puskesmas, serta ratusan klinik yang terus berkembang, menunjukkan peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan.
Menutup sambutannya, Wali Kota berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik serta menikmati suasana Kota Surakarta, sekaligus bersama-sama menjaga pengelolaan obat yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan memperkuat komitmen kita bersama dalam melindungi kesehatan masyarakat,” pungkasnya.