Suasana khidmat menyelimuti prosesi pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pelantikan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta, Selasa (19/5/2026). Bertempat di Balai Kota Surakarta, puluhan aparatur sipil negara resmi diambil sumpah dan dilantik langsung oleh Wali Kota Surakarta.
Acara diawali dengan pembacaan keputusan terkait pengangkatan dan penempatan jabatan fungsional, salah satunya pada posisi Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Administrasi Pertama di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah. Dalam keputusan tersebut juga disebutkan pemberian tunjangan jabatan fungsional kepada pegawai yang bersangkutan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan janji PNS serta pejabat fungsional. Para pegawai mengikuti pengucapan sumpah sesuai agama masing-masing, disaksikan rohaniwan, pejabat daerah, serta keluarga yang hadir. Dalam sumpah tersebut, para ASN berjanji setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, negara, dan pemerintah, serta berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surakarta menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab moral bagi aparatur pemerintah. Ia mengingatkan bahwa para ASN muda di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta memiliki peran besar dalam menentukan masa depan birokrasi dan pelayanan publik di Kota Bengawan.
“Saya sangat berharap rekan-rekan muda bisa menyesuaikan dengan keadaan, bukan menyesuaikan dengan budaya lama,” ujar wali kota di hadapan peserta pelantikan.
Ia juga mengingatkan agar para pegawai tidak terjebak pada budaya menghamba kepada individu maupun jabatan. Menurutnya, loyalitas utama seorang ASN harus ditujukan kepada bangsa, negara, dan nilai-nilai kebenaran.
“Jangan menghamba kepada orang, jangan menghamba kepada jabatan. Tapi menghambalah kepada bangsa dan negara ini,” tegasnya.
Dalam pidatonya, wali kota turut menyinggung pentingnya keberanian menolak perintah yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan. Ia meminta para ASN menjaga integritas dan tidak berkompromi terhadap tindakan yang melanggar hukum maupun etika pemerintahan.
Selain menekankan profesionalisme, wali kota juga mengajak para pegawai menjalani pengabdian dengan rasa syukur dan kebahagiaan. Ia mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak semata diukur dari materi, melainkan dari rasa cukup dan tanggung jawab dalam bekerja.
“Jangan lupa bahagia. Yang bisa membuat kebahagiaan adalah diri sendiri,” katanya disambut senyum para peserta pelantikan.
Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara sumpah jabatan oleh perwakilan pegawai, wali kota, serta para saksi, sebelum seluruh hadirin berdiri menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” sebagai penutup rangkaian kegiatan.