Sekda Kota Surakarta Hadiri Pagelaran Wayang di Pendhapi Gede Balai Kota Peringati HUT TNI ke-80Surakarta – Suasana malam di Pendhapi Gede Balai Kota Surakarta, (3/10/2025), tampak berbeda dari biasanya. Alunan gamelan menggema lembut, berpadu dengan suara sinden yang mengalun syahdu. Ratusan warga tampak memenuhi area pendapa, menikmati pagelaran wayang kulit yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80.
Acara budaya ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, perwakilan TNI dan Polri, jajaran dinas, akademisi dari berbagai universitas Muhammadiyah, serta masyarakat umum. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah daerah, TNI, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat dalam melestarikan seni dan budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Surakarta menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai bahwa pagelaran wayang kulit bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana penting dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan memperkuat jati diri bangsa di tengah perkembangan zaman modern.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan wayangan malam ini dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80. Luar biasa, karena yang memainkan wayang adalah anak-anak muda dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ini menunjukkan bahwa kesenian tradisional tidak hanya diminati oleh generasi senior, tetapi juga oleh generasi muda yang bersemangat melestarikan budaya bangsa,” ujar Sekda di hadapan para tamu dan undangan.
Sekda juga menambahkan bahwa keberadaan generasi muda dalam ruang-ruang budaya seperti ini sangat penting untuk memastikan kesinambungan warisan leluhur. Seni wayang, menurutnya, tidak hanya mengandung nilai estetika, tetapi juga sarat akan pesan moral, kepemimpinan, dan kebijaksanaan yang relevan sepanjang masa.
“Wayang adalah cerminan filosofi kehidupan bangsa Indonesia. Di dalamnya ada nilai gotong royong, keadilan, kesetiaan, dan cinta tanah air. Nilai-nilai inilah yang sejalan dengan semangat pengabdian TNI kepada bangsa dan negara,” tambahnya.
Pagelaran wayang kali ini diselenggarakan atas kerja sama antara Pemerintah Kota Surakarta, Asosiasi Keluarga Kotak Solo, serta Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Menariknya, dalang dan pengrawit dalam acara ini sebagian besar merupakan mahasiswa yang memiliki minat besar terhadap seni pedalangan.
Keterlibatan mahasiswa dan generasi muda ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan pendekatan pendidikan dan kegiatan kreatif. Kehadiran mereka tidak hanya memperlihatkan bakat seni, tetapi juga mencerminkan semangat baru dalam menghidupkan kembali warisan budaya dengan cara yang modern dan relevan bagi generasi masa kini.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula beberapa tokoh penting, di antaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta Dr. Sugrianto, S.H., M.H., Kombes Pol. Caker Karno Wibowo, S.I.K., M.K., serta Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya UIN. Selain itu, turut hadir Letkol Inf. Viktor Juwadi Situmorang, S.I.P., Prof. Dr. Hartono, M.Sc., dan Budi Purwo, S.A., M.Sc. yang secara simbolis menyerahkan wayang kepada panitia penyelenggara sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya.
Momentum HUT TNI ke-80 ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan peran TNI sebagai penjaga kedaulatan dan pelindung rakyat. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa.
“TNI adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara. Namun, menjaga Indonesia tidak hanya tugas TNI semata, melainkan tanggung jawab kita semua sebagai warga negara. Melalui kegiatan budaya seperti ini, kita ikut berperan menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan semangat kebangsaan,” tegas Sekda.
Beliau juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung kegiatan budaya dan sosial yang bernilai positif serta menjaga suasana damai, tertib, dan bersih selama acara berlangsung. Pemerintah Kota Surakarta, lanjutnya, akan terus mendukung inisiatif masyarakat yang bertujuan memperkuat persatuan dan memperkaya kebudayaan lokal.
Acara malam itu ditutup dengan penampilan wayang kulit yang dibawakan dengan penuh semangat oleh mahasiswa UMS. Para penonton tampak antusias, sebagian bahkan ikut berinteraksi dengan dalang melalui guyonan khas yang menyegarkan suasana.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, Sekda Kota Surakarta menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak generasi muda.
“Pagelaran wayang bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Mari kita jaga warisan budaya ini bersama-sama agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Dirgahayu TNI ke-80, semoga TNI semakin kuat, profesional, dan dicintai rakyat,” pungkasnya.
Pagelaran wayang malam itu menjadi bukti nyata bahwa kebudayaan dan semangat nasionalisme dapat berjalan beriringan. Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, dunia pendidikan, dan masyarakat, nilai-nilai luhur bangsa Indonesia akan terus lestari dan menginspirasi generasi penerus.