Penguatan Program KB untuk Cegah Stunting, Wakil Wali Kota Surakarta Tekankan Kualitas KeluargaPenguatan Program KB untuk Cegah Stunting, Wakil Wali Kota Surakarta Tekankan Kualitas Keluarga
Surakarta – Wakil Wali Kota Surakarta menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam mendorong program Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya membangun keluarga berkualitas dan mencegah stunting. Hal tersebut disampaikan dalam doorstop kepada awak media.
“ Kami menegaskan komitmen untuk terus merencanakan keluarga yang berkualitas demi pembangunan manusia yang lebih baik. Program KB memastikan keluarga-keluarga di Solo tidak hanya memperhatikan jumlah anak, tetapi juga kualitas keluarga secara keseluruhan,” ujar Wakil Wali Kota.
Ia menjelaskan bahwa terdapat keterkaitan yang kuat antara perencanaan keluarga dengan upaya penurunan stunting. Menurutnya, kelahiran anak yang tidak direncanakan dengan jarak yang sehat serta kurangnya perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak dapat berdampak pada kualitas kelahiran.
“Ditemukan di beberapa wilayah, ketidakterencanaan dalam kelahiran anak, baik dari sisi jarak maupun kesehatan ibu dan anak, dapat memengaruhi kualitas kelahiran dan menimbulkan risiko kesehatan,” jelasnya.
Wakil Wali Kota juga menyampaikan harapan agar target capaian program KB di Kota Surakarta dapat terus dimonitor dan ditingkatkan oleh perangkat daerah terkait. Selain itu, perencanaan penggunaan metode alat kontrasepsi dinilai penting untuk menjaga jarak kelahiran dan jumlah anak demi kualitas keluarga.
“Harapannya dengan target yang sudah ditentukan, dapat lebih memonitor tingkat kelahiran di Kota Surakarta, termasuk perencanaan penggunaan metode alat kontrasepsi untuk menjaga jarak kelahiran dan jumlah anak,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran wilayah hingga tingkat kecamatan dalam menyukseskan program KB. Edukasi kepada masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan anak, serta kesiapan dalam membangun keluarga menjadi kunci utama.
“Ini bukan hanya soal membatasi jumlah anak, tetapi bagaimana memastikan edukasi kepada masyarakat, termasuk kesiapan pernikahan. Banyak persoalan sosial berawal dari ketidaksiapan, baik dari anak maupun orang tua dalam membangun keluarga,” pungkas Wakil Wali Kota.
Melalui penguatan program KB dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Surakarta optimistis dapat mewujudkan keluarga yang lebih berkualitas serta generasi yang sehat dan berdaya saing.