Kemenpora Dorong Transformasi Pembinaan dan Kesejahteraan Atlet Disabilitas Pasca KompetisiKemenpora Dorong Transformasi Pembinaan dan Kesejahteraan Atlet Disabilitas Pasca Kompetisi
Surakarta, 5 Januari 2026 – Pendhapi Gedhe Balaikota Surakarta. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada persiapan kompetisi bagi atlet disabilitas, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan karier dan kesejahteraan mereka pasca pertandingan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam acara pelepasan dan pengukuhan kontingen Indonesia menuju Asia Para Games 2025 di Thailand.
Dalam sambutannya, Menpora Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran NPC Indonesia dan para pihak yang telah bekerja keras menyiapkan kontingen nasional dengan segala keterbatasan yang ada. Ia menilai kinerja NPC sangat luar biasa dalam membina dan memperjuangkan hak-hak atlet disabilitas.
“Persiapan memang hal penting, tapi kami juga ingin mulai mendorong langkah nyata pasca kegiatan. Kami ingin memastikan para atlet memiliki masa depan yang berkelanjutan setelah tidak lagi aktif bertanding,” ujar Erick Thohir.
Rencana Program Dana Pensiun dan Literasi Keuangan untuk Atlet
Menpora menjelaskan bahwa Kemenpora saat ini tengah menyiapkan program dana pensiun bagi atlet, termasuk atlet disabilitas, sebagai bentuk perlindungan jangka panjang. Program ini akan dirancang dengan sistem pengelolaan yang transparan dan aman agar benar-benar memberikan manfaat bagi para atlet.
“Kami sedang mencari formula terbaik untuk program dana pensiun atlet. Kami tidak ingin niat baik ini justru disalahgunakan. Karena itu, kami pelajari sistem dana pensiun di negara lain seperti India agar dapat diadaptasi secara tepat di Indonesia,” jelasnya.
Selain dana pensiun, Kemenpora juga akan memperkuat pendidikan literasi finansial dan akreditasi keuangan bagi para atlet, agar mereka dapat membedakan antara pengelolaan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan investasi masa depan.
Langkah ini diharapkan mampu mengubah stigma lama bahwa atlet disabilitas identik dengan kondisi ekonomi sulit.
Sinergi Berkelanjutan dengan NPC Indonesia
Erick Thohir menegaskan bahwa Kemenpora akan terus bersinergi dengan NPC Indonesia dalam memperkuat pembinaan olahraga disabilitas nasional. Ia mencontohkan kerja sama dalam pengelolaan fasilitas olahraga internasional milik NPC di Surabaya yang akan ditinjau langsung oleh pihak kementerian.
“Kita tidak hanya membangun, tapi juga harus memastikan perawatan dan pemanfaatannya. Fasilitas yang ada harus terus dijaga agar bisa mendukung regenerasi atlet ke depan,” kata Erick.
Menpora juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Menpora akan mengatur jadwal untuk hadir bergantian pada sejumlah ajang olahraga, termasuk ASEAN Para Games dan multi-event internasional lainnya, sebagai bentuk dukungan langsung kepada para atlet.
Harapan terhadap Prestasi di Asia Para Games 2025 Thailand
Menutup pernyataannya, Erick Thohir menyampaikan optimisme terhadap kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asia Para Games 2025 Thailand. Ia meyakini semangat juang para atlet akan menghasilkan prestasi terbaik. “Kita melihat rata-rata prestasi atlet disabilitas Indonesia selalu di peringkat satu atau dua pada multi-event internasional. Insya Allah target 82 medali emas bisa tercapai, bahkan mungkin lebih baik lagi,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi antara Kemenpora dan NPC Indonesia, pemerintah berharap pembinaan olahraga disabilitas tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menjamin masa depan yang sejahtera dan bermartabat bagi para atlet nasional.