Informasi

Detail Berita

151 Gapura Ikuti Lomba Pengecatan di Surakarta, Perkuat Gotong Royong dan Identitas Kampung

151 Gapura Ikuti Lomba Pengecatan di Surakarta, Perkuat Gotong Royong dan Identitas Kampung

151 Gapura Ikuti Lomba Pengecatan di Surakarta, Perkuat Gotong Royong dan Identitas Kampung


SURAKARTA — Pemerintah Kota Surakarta bersama PT Citra Warna Angkasa, produsen cat tembok Welden berstandar SNI, resmi meluncurkan Lomba Pengecatan Gapura Kota Surakarta 2026. Hingga hari pembukaan, sebanyak 151 gapura dari berbagai kelurahan telah terdaftar sebagai peserta. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring pendaftaran yang tetap dibuka untuk memberi kesempatan kepada kampung-kampung lain berpartisipasi.

Peluncuran lomba berlangsung di Balai Kota Surakarta dan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Surakarta, jajaran organisasi perangkat daerah, para camat dan lurah, perwakilan masyarakat, serta manajemen PT Citra Warna Angkasa selaku mitra penyelenggara.


Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surakarta atas dukungan dan sinergi yang memungkinkan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut dia, tingginya minat masyarakat menunjukkan antusiasme warga untuk terlibat dalam upaya mempercantik lingkungan sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Hingga hari ini sudah ada 151 gapura yang terdaftar secara resmi dan jumlah itu masih akan bertambah karena masih ada beberapa wilayah yang sedang mempersiapkan keikutsertaan," ujarnya.


Panitia, lanjut dia, telah menyusun tahapan pelaksanaan lomba, termasuk kegiatan sosialisasi selama dua hari di lima kecamatan. Sosialisasi bertujuan memberikan penjelasan mengenai mekanisme lomba, kriteria penilaian, hingga pendampingan teknis kepada seluruh peserta agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Pendampingan akan terus dilakukan hingga proses penilaian dan penetapan pemenang. Dengan demikian, setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menampilkan hasil terbaik sekaligus memastikan kualitas pengecatan yang memenuhi standar.


Panitia menilai lomba tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek estetika. Lebih dari itu, kegiatan diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga melalui semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di tingkat kampung.

"Lomba ini bukan hanya tentang memperindah gapura. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, nasionalisme, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan," kata ketua panitia.


Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari perangkat daerah, camat, lurah, ketua RT dan RW, hingga masyarakat yang bersama-sama mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurut panitia, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun lingkungan perkotaan yang bersih, nyaman, dan memiliki karakter. Karena itu, lomba diharapkan menjadi awal dari berbagai bentuk kerja sama lain yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.


Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyampaikan apresiasi kepada PT Citra Warna Angkasa yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi contoh nyata kolaborasi untuk pembangunan kota.

Menurut Astrid, keberadaan gapura memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar penanda batas wilayah. Gapura merupakan identitas sekaligus wajah sebuah kampung yang mencerminkan karakter masyarakat di dalamnya.


"Gapura bukan sekadar pintu masuk sebuah wilayah. Gapura adalah identitas, wajah, dan kebanggaan masyarakat. Melalui lomba ini kita ingin membangkitkan kreativitas warga, memperkuat kebersamaan, serta menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki setiap kampung di Kota Surakarta," ujarnya.


Ia mengatakan Kota Surakarta memiliki sejarah panjang, budaya yang kuat, dan tradisi yang masih terpelihara hingga kini. Bahkan, nama-nama kampung di Kota Solo memiliki sejarah dan cerita tersendiri yang belum banyak diketahui oleh generasi muda maupun para pendatang.


Karena itu, desain gapura diharapkan mampu mengangkat identitas lokal sekaligus memperkenalkan sejarah kampung kepada masyarakat luas. Melalui karya visual yang ditampilkan, setiap wilayah dapat menunjukkan ciri khasnya tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Kota Surakarta.


Astrid juga mengapresiasi penggunaan cat produksi dalam negeri yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Menurut dia, penggunaan produk berkualitas akan mendukung ketahanan hasil pengecatan sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka waktu yang lebih lama.

Ia berharap seluruh peserta tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menjadikan proses pengerjaan sebagai momentum mempererat hubungan antarwarga. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai penting, mulai dari tokoh masyarakat, orang tua, pemuda, hingga anak-anak.


"Libatkan seluruh elemen masyarakat. Jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga," katanya.


Astrid optimistis kampung-kampung yang semakin tertata dan memiliki gapura yang menarik akan memperkuat citra Surakarta sebagai kota budaya yang bersih, ramah, dan kreatif. Penataan lingkungan, menurut dia, juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata berbasis kampung yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Kota Solo.


Di sisi lain, keterlibatan dunia usaha dalam kegiatan tersebut dinilai menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan sektor swasta melalui program kolaboratif dapat memperluas manfaat pembangunan hingga menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Rangkaian pembukaan lomba ditandai dengan pengecatan simbolis pada sketsa gapura oleh Wakil Wali Kota Surakarta bersama Sekretaris Daerah Kota Surakarta, unsur Forkopimda, dan perwakilan PT Citra Warna Angkasa. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Lomba Gapura Kota Surakarta 2026.


Usai peluncuran, panitia mengajak seluruh peserta segera mempersiapkan proses pengecatan di lingkungan masing-masing. Penilaian akan dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kreativitas desain, kesesuaian tema, kualitas pengecatan, unsur budaya lokal, kebersihan lingkungan, serta partisipasi masyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap semangat gotong royong yang tumbuh selama proses lomba tidak berhenti setelah penentuan pemenang. Kebersamaan yang terbangun di tingkat kampung diharapkan menjadi modal sosial untuk menjaga lingkungan tetap bersih, indah, dan nyaman sekaligus memperkuat identitas Kota Surakarta sebagai kota budaya yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar tradisinya.