Informasi

Detail Berita

Walikota Surakarta Respati Ardi turut mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat melakukan kunjungan lapangan ke salah satu lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jebres,

Walikota Surakarta Respati Ardi turut mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat melakukan kunjungan lapangan ke salah satu lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jebres,

Solo, – Walikota Surakarta Respati Ardi turut mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat melakukan kunjungan lapangan ke salah satu lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jebres, Solo, Rabu (8/10). Kunjungan ini dalam rangka percepatan penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta penguatan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa SLHS bukan sekadar formalitas, melainkan bukti bahwa dapur SPPG benar-benar memenuhi standar sanitasi dan kebersihan untuk mencegah kasus keracunan makanan. Ia mendorong agar seluruh SPPG di Jawa Tengah segera mengurus SLHS dan memastikan pengawasan lintas instansi berjalan efektif. 

Walikota Respati Ardi menyampaikan dukungannya penuh terhadap upaya ini. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta siap berkolaborasi dengan Pemprov dalam mempercepat verifikasi, pelatihan higienitas, serta pengawasan dapur SPPG. Respati juga mengusulkan agar orang tua siswa penerima manfaat MBG diizinkan meninjau langsung dapur-dapur SPPG, sebagai bagian dari transparansi dan pengawasan publik. 

Menurut data terkini, dari total 1.596 SPPG di Jawa Tengah, hanya 84 yang sudah mengantongi SLHS — angka yang masih jauh dari target total operasional yang layak.  Gubernur Luthfi meminta agar Dinas Kesehatan dan dinas terkait di kabupaten/kota mempercepat verifikasi lapangan dan memastikan setiap dapur sudah sesuai standar sebelum beroperasi. 

Di sisi Kota Surakarta, Respati menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan acak ke dapur-dapur SPPG, serta telah membentuk Satgas SPPG untuk memastikan keamanan dan kualitas penyajian.  Ia menyebut bahwa pengawasan dan keterbukaan adalah kunci agar masyarakat merasa aman terhadap program MBG.

Dengan langkah bersama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota, diharapkan penyiapan SLHS, peningkatan pelatihan higienitas, dan pengawasan dapur SPPG dapat berjalan lebih cepat dan efektif — sehingga program MBG dapat berjalan aman, higienis, dan berkelanjutan untuk seluruh siswa di Jawa Tengah.