Informasi

Detail Berita

Wali Kota Surakarta Respati Ardi hadir sebagai narasumber dalam talkshow Future Solo Series #1 yang digelar di Atrium Solo Paragon Mall

Wali Kota Surakarta Respati Ardi hadir sebagai narasumber dalam talkshow Future Solo Series #1 yang digelar di Atrium Solo Paragon Mall

Surakarta – Wali Kota Surakarta Respati Ardi hadir sebagai narasumber dalam talkshow Future Solo Series #1 yang digelar di Atrium Solo Paragon Mall, Minggu (21/9/2025). Agenda ini membahas ruang-ruang kolaborasi masa depan untuk menjadikan Kota Solo lebih berkembang sebagai kota kreatif dan inklusif.

Dalam paparannya, Wali Kota Respati menegaskan arah pembangunan ruang Kota Surakarta ke depan harus memiliki pegangan kurator desain yang disepakati bersama. “Dengan adanya kurator desain, pembangunan kota tidak berubah-ubah sesuai selera pemimpin. Jadi meskipun terjadi pergantian wali kota, arah pembangunan tetap konsisten,” ungkapnya.

Respati juga menekankan komitmen Pemkot Surakarta untuk memperkuat kerja sama dengan daerah sekitar, khususnya kawasan Subosukowonosraten, dalam pengembangan wilayah perbatasan. Fokus pembangunan juga diarahkan ke wilayah Solo Utara agar pemerataan lebih terasa.

“Identitas Kota Surakarta sebagai kota budaya dan pariwisata harus terus diperkuat. Banyak cagar budaya di Solo yang ke depan akan kita manfaatkan sebagai penegas identitas tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot menargetkan penambahan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 20 persen. Salah satunya melalui revitalisasi Taman Sriwedari yang akan dikembalikan sebagai RTH di tengah kota dan bisa dimanfaatkan masyarakat. “Semakin banyak ruang terbuka hijau, semakin banyak pula ruang kreatif bagi warga,” ujar Respati.

Terkait rencana pengembangan wilayah, ia menyebutkan pusat pelayanan akan dibuat menyebar untuk mengurangi beban di pusat kota. Kota lama akan difokuskan sebagai pusat budaya, sementara pembangunan diarahkan ke sisi luar kota agar lebih merata. Pemkot juga akan menambah taman parkir untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

Respati mengajak semua pihak ikut mendukung pengembangan kota. “Kolaborasi menjadi kunci agar Kota Surakarta bisa tumbuh sebagai kota kreatif, inklusif, sekaligus berkarakter budaya,” tegasnya.