Wali Kota Surakarta hadir memberikan pengarahan sekaligus materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) se-Kota SurakartaSurakarta – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, hadir memberikan pengarahan sekaligus materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) se-Kota Surakarta, yang digelar di Rumah Makan Nikmat Rasa, Selasa (16/9). Acara ini diikuti oleh camat dan lurah dari seluruh wilayah Kota Surakarta.
Bimtek ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas para pengawas koperasi kelurahan, dengan fokus pada pemahaman pengawasan keuangan, regulasi perkoperasian, serta tata kelola koperasi yang baik. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 16–18 September 2025, dengan metode presentasi, diskusi interaktif, tanya jawab, hingga studi kasus, sehingga peserta tidak hanya menerima materi tetapi juga dapat berbagi pengalaman lapangan.
Dalam paparannya, Wali Kota memaparkan perkembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Surakarta. Saat ini KKMP memiliki 1.694 anggota, dengan modal Rp107,79 miliar dan omzet Rp81,64 miliar. KKMP tersebar di 5 kecamatan dengan total 54 koperasi, terbanyak di Kecamatan Banjarsari (15 KKMP).
Unit usaha yang sudah berjalan antara lain usaha jual-beli sembako dan jasa katering dari KKMP. Namun, Wali Kota juga menyoroti bahwa kendala utama yang dihadapi koperasi adalah masalah pendanaan/permodalan serta lokasi usaha.
Pemerintah Kota Surakarta telah melakukan sejumlah intervensi untuk memperkuat KKMP, di antaranya penerbitan Surat Edaran Wali Kota tentang pembatasan toko modern, sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan katalog elektronik dan toko daring, serta penyelenggaraan workshop koperasi dengan pelaku usaha. Pemkot juga telah mengalokasikan dana melalui APBD Perubahan 2025 sebesar Rp850,56 juta untuk mendukung KKMP.
Selain itu, pengembangan KKMP juga diarahkan melalui penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada produk, pemberian reward bagi KKMP dengan SHU tertinggi, pengaturan gaji dan tantiem pengurus/pengawas, serta pelaporan keuangan koperasi mingguan yang wajib dilakukan. Saat ini, tercatat 20 KKMP sudah beroperasi secara aktif di berbagai kelurahan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Respati Ardi menegaskan bahwa meskipun belum tertuang dalam peraturan presiden, Pemerintah Kota Surakarta tetap akan turun langsung melakukan pengawasan dan monitoring terhadap keberlangsungan KKMP.
“Fungsi pengawas adalah garda terdepan untuk memastikan koperasi berjalan sesuai aturan dan prinsip. Dengan adanya bimtek ini, saya berharap para pengawas dapat memperkuat ilmu dan keterampilan sehingga tugas pengawasan bisa dijalankan secara maksimal. Koperasi yang sehat dan dikelola dengan baik akan menjadi engine of growth bagi kesejahteraan warga Surakarta,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota juga berharap keberadaan Koperasi Merah Putih dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. “Koperasi ini harus hadir untuk membantu warga, menjadi wadah bersama yang bisa memberikan nilai tambah, bukan sekadar tempat simpan-pinjam atau transaksi biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Koperasi Merah Putih juga diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber utama bagi UMKM sekitar dalam memenuhi kebutuhan bahan baku maupun kegiatan belanja sehari-hari. “Dengan begitu, perputaran ekonomi bisa lebih kuat di tingkat lokal, dan UMKM kita akan tumbuh bersama koperasi,” kata Respati Ardi.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Mereka berharap pengetahuan yang diperoleh dapat segera diimplementasikan untuk memperkuat kinerja koperasi di kelurahan masing-masing.