SURAKARTA – Wali Kota Surakarta Respati Ardi, bersama Bunda Literasi Venessa Wisnatesia, menghadiri Solo Literacy Festival di halaman Balai Kota Surakarta, Jumat (12/9) pagi. Kehadiran keduanya bertujuan untuk memotivasi anak-anak agar gemar membaca dan menjadikan literasi sebagai fondasi penting dalam kehidupan mereka.
Kehadiran Wali Kota Respati dan Bunda Venessa disambut antusias oleh ratusan siswa dari berbagai sekolah di Surakarta. Keduanya tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para siswa. Dalam sesi yang penuh kehangatan, Respati menguji pemahaman anak-anak dengan menanyakan isi dari buku-buku yang mereka bawa. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah langsung dari Wali Kota dan Bunda Literasi.
Pada acara ini, Wali Kota Respati Ardi menekankan betapa krusialnya menumbuhkan kembali minat baca di tengah gempuran era digital. Menurutnya, penting bagi anak-anak untuk tetap memiliki pengalaman membaca buku secara langsung, agar tidak “terlalu kebablasan dengan digital yang berdampak negatif.” Ujarnya. Ia juga menyoroti peran sentral orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar minat baca mereka terus berkembang.
Respati menambahkan bahwa inisiatif seperti Solo Literacy Festival sangat efektif dalam mengembalikan minat baca anak-anak dan menjauhkan mereka dari dampak buruk media digital. “Membiasakan membaca sebelum berekspresi akan membentuk karakter yang lebih baik,” jelasnya. Dengan kebiasaan membaca, anak-anak akan memiliki landasan pengetahuan dan pemahaman yang kuat, yang pada akhirnya akan tercermin dalam sikap dan perilaku mereka.
Pemerintah Kota Surakarta sendiri terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung gerakan literasi. Berbagai fasilitas telah disediakan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Respati menyebutkan bahwa Pemerintah Kota menyediakan perpustakaan, taman baca, dan layanan perpustakaan keliling yang siap menjangkau berbagai wilayah. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya melihat tingkat minat baca di Solo yang cukup tinggi, yaitu sekitar 55%. “Harapannya, kita fokus pada Kota Solo sendiri, dimulai dari anak-anak. Kita berikan tugas-tugas yang memacu mereka untuk mau membaca,” pungkasnya.