Informasi

Detail Berita

Wali Kota Respati Ardi Hadiri Peringatan Harganas ke-32, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental di Surakarta

Wali Kota Respati Ardi Hadiri Peringatan Harganas ke-32, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental di Surakarta

Surakarta – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tahun 2025 yang diselenggarakan di Taman Balekambang, Jumat  (1/8) pagi. Acara ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memperkuat fondasi utama bangsa, yaitu keluarga.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan apresiasi atas berbagai prestasi yang telah diraih Kota Surakarta. Kota ini kembali menorehkan tinta emas dengan penghargaan seperti Juara Nasional Pengelola Sekolah Siaga Kependudukan terbaik dan berbagai prestasi lain dari PIK-R dan Duta Genre. Pencapaian ini menunjukkan kerja keras seluruh pihak dalam membangun keluarga yang berkualitas.

Enam Program Unggulan untuk Kesejahteraan Keluarga 

Pemerintah Kota Surakarta memiliki enam program unggulan dalam Quick Win Plus Kota Surakarta yang berfokus pada kesejahteraan keluarga.

GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Program ini dilaksanakan melalui Dashat, yaitu pemberian makanan bergizi lengkap kepada keluarga berisiko stunting, disertai dengan edukasi kesehatan dan program baby spa pada anak baduta berisiko stunting.

TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Program pendampingan yang bertujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas tempat penitipan anak (TPA), memantau tumbuh kembang anak, serta mendukung produktivitas orang tua dan keluarga dalam bekerja.

GATI (Gerakan Ayah Teladan): Mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak agar kehadiran ayah benar-benar berdampak positif bagi keluarga.

SIDAYA (Lansia Berdaya): Penguatan kapasitas dan pemberdayaan lansia melalui program pendidikan nonformal agar tetap sehat, produktif, serta memberikan kontribusi di masyarakat.

Super Apps “Satukan Solo”: Sistem informasi terintegrasi yang mempermudah penanganan permasalahan keluarga, termasuk masalah stunting, sehingga intervensi yang diberikan lebih cepat dan tepat sasaran.

Program SECETING (Sekolah Cegah Stunting): Program yang bertujuan untuk memberikan pemahaman secara komprehensif dalam pencegahan stunting kepada orang tua.

Selain program-program tersebut, Pemerintah Kota Surakarta juga mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp2 miliar untuk program Posyandu Plus, yang akan menyediakan klinik psikolog gratis di setiap Posyandu. Duta Genre Kota Surakarta ditugaskan untuk mengajak para remaja memanfaatkan layanan ini sebagai langkah serius pemerintah dalam menjaga kesehatan mental.

Respati mengajak semua pihak untuk berintrospeksi diri melalui konsep Bawono Alit, Bawono Matio, dan Bawono Ageng. Ia menekankan bahwa fondasi terpenting adalah kesejahteraan keluarga inti sebelum beranjak ke lingkup yang lebih luas. “Berencana itu baik. Keluarga itu penting. Cek kondisi anak dan istri Anda sebelum keluar rumah, sebelum mengurus orang lain,” ujarnya.

Dengan kolaborasi seluruh pihak, Wali Kota Surakarta Respati Ardi berharap dapat membangun Kota Surakarta yang ramah keluarga, bebas stunting, dan berketahanan mental untuk menyongsong Indonesia Maju 2045.