Surakarta, 7 September 2025 – Pemerintah Kota Surakarta kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Surakarta sebagai kota yang ramah bagi difabel. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, dalam kegiatan Senam Inklusi yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Disabilitas (Komda) Difabel Surakarta pada Minggu pagi (7/9) di halaman Kantor Sekretariat Bersama, Kepatihan Wetan, Surakarta.
Kegiatan senam inklusi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas difabel, masyarakat umum, serta perwakilan organisasi sosial. Dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan, acara ini menjadi simbol nyata pentingnya ruang bersama yang inklusif tanpa sekat.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Surakarta menyampaikan bahwa pemerintah kota akan terus menghadirkan kebijakan dan program yang mendukung hak-hak difabel. “Surakarta harus menjadi kota yang ramah difabel, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk beraktivitas, berkarya, dan berkontribusi. Tidak boleh ada diskriminasi atau pembatasan akses,” tegas Astrid.
Lebih lanjut, Astrid menambahkan bahwa pemerintah kota akan memperkuat kolaborasi dengan komunitas difabel, lembaga sosial, serta dunia usaha untuk mempercepat terwujudnya fasilitas publik yang aksesibel. Hal ini mencakup perbaikan sarana prasarana, penyediaan layanan publik yang ramah difabel, serta dukungan pada kegiatan pemberdayaan.
Ketua Komda Difabel Surakarta, Sri Sudarti, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surakarta yang terus memberi ruang partisipasi bagi komunitas difabel. “Senam inklusi ini bukan hanya olahraga bersama, tetapi juga wujud nyata bahwa difabel dan masyarakat umum dapat berbaur tanpa batas. Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi agar inklusivitas semakin mengakar di Surakarta,” ujarnya.
Acara berlangsung meriah dengan rangkaian senam bersama, hiburan musik, serta sesi motivasi dari para aktivis difabel. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir, sekaligus menunjukkan semangat persatuan dalam keberagaman.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya mewujudkan kota inklusif yang tidak hanya ramah difabel, tetapi juga memberi ruang setara bagi seluruh warga Surakarta.