Wakil Walikota Astrid Widayani Hadiri Sosialisasi Anti Korupsi dan SPISURAKARTA - Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, menghadiri acara sosialisasi Anti Korupsi dan Survei Penilaian Integritas (SPI) yang diselenggarakan di Loji Gandrung, Rabu (17/9) pagi. Acara ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pemerintah kota dalam membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi.
Pada acara ini, Wakil Walikota Astrid Widayani menekankan bahwa korupsi masih menjadi tantangan serius yang dapat merusak tatanan pemerintahan, melemahkan kepercayaan publik, dan menghambat pembangunan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen penuh untuk terus memperkuat integritas dan akuntabilitas. "Kegiatan hari ini merupakan penekanan khusus bagi Pemerintah Surakarta dalam hal kegiatan sosialisasi anti korupsi dan SPI," ujarnya.
Astrid juga menyinggung hasil SPI tahun 2024 yang mendapatkan apresiasi positif dari para ahli. Namun, ia mengingatkan agar hal ini tidak membuat lengah. "Untuk ke depan, di tahun 2025 hingga 2030 juga perlu kami perhatikan sekali lagi bahwa ini yang menjadi komitmen kami. Sehingga harapannya bisa terus kita jaga nilai yang sudah sangat baik ini," ujar Astrid.
Ia menjelaskan bahwa SPI adalah instrumen penting dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memotret kondisi integritas di daerah dan menjadi bahan evaluasi perbaikan tata kelola pemerintahan. Dalam acara ini, para responden yang terdiri dari akademisi, instansi mitra, dan penegak hukum memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
"Masukan dari para responden ahli akan menjadi dasar yang berharga untuk mengidentifikasi area yang masih perlu diperbaiki sekaligus memperkuat strategi anti korupsi di masa mendatang," ungkap Astrid. Ia juga mengajak para responden untuk berpartisipasi aktif, memberikan pandangan yang jujur, dan penilaian yang komprehensif demi keberhasilan SPI 2025.
Pemerintah Kota Surakarta menyadari bahwa membangun sistem anti korupsi tidak dapat dilakukan dari dalam saja. Diperlukan partisipasi dan pengawasan eksternal yang kuat dari berbagai pihak. "Kami yakin, dengan kebersamaan dan dukungan dari semua pihak, kita semua dapat membangun birokrasi yang lebih bersih, transparan, dan berintegritas tinggi," pungkasnya. Acara ini diharapkan dapat membawa manfaat nyata dalam mewujudkan pemerintahan Kota Surakarta yang bersih dan berintegritas.
Sebagai bagian dari komitmen ini, Wakil Walikota Astrid juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Surakarta akan terus menggaungkan semangat anti korupsi. Hal ini termasuk melibatkan unsur masyarakat untuk mengawasi kinerja pemerintahan, serta mengedukasi masyarakat dan pelajar tentang bahaya korupsi. Peningkatan transparansi juga akan terus dilakukan, seperti mempublikasikan data pendapatan dan penggunaan pajak agar dapat diakses oleh masyarakat.