Wakil Wali Kota Surakarta Resmi Membuka Lomba Krenova 2025, Dorong Inovasi Inklusif Menuju Kota Budaya yang SejahteraPemerintah Kota Surakarta melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menggelar pembukaan resmi Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Tahun 2025 pada hari Selasa, 6 Mei 2025 bertempat di Solo Technopark. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang partisipatif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta dan dibuka secara resmi pada pukul 08.00 WIB oleh panitia dan MC. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, Kepala BRIDA Kota Surakarta selaku penyelenggara menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Dalam sambutan pembukaan, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat Surakarta dalam menumbuhkan ide-ide kreatif, yang tercermin dari jumlah dan keragaman karya yang masuk dalam ajang ini.
Tahun ini, Lomba Krenova mengangkat tema “Pengembangan Kreativitas dan Inovasi Inklusif untuk Mendukung Daya Saing Daerah Menuju Kota Budaya yang Sejahtera.” Tema ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Surakarta yang menekankan pada penguatan daya saing melalui pelibatan semua lapisan masyarakat dalam menghasilkan solusi inovatif.
“Surakarta adalah kota dengan warisan budaya yang kaya, tetapi kita juga ingin menjadi kota yang modern dan adaptif terhadap perubahan zaman. Inovasi tidak boleh eksklusif, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pelajar, komunitas, pelaku usaha, dan warga dari berbagai latar belakang,” ujar Astrid Widayani dalam sambutannya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan Krenova 2025 mencakup enam bidang prioritas yang dinilai strategis dalam mendukung pembangunan daerah, yaitu:
Pertanian dan Pangan
Energi dan Rekayasa Teknologi Manufaktur
Kesehatan
Pendidikan
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Industri Kreatif
Dengan cakupan tersebut, Krenova tidak hanya menjadi lomba, melainkan juga sarana identifikasi potensi inovatif masyarakat yang dapat diinkubasi untuk menjawab tantangan lokal hingga global.
Lomba ini terbuka untuk seluruh warga Kota Surakarta, baik secara individu maupun kelompok, tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang pendidikan. Hal ini mencerminkan semangat inklusivitas dan keberagaman gagasan yang diusung dalam penyelenggaraan Krenova tahun ini.
Setelah seremoni pembukaan, Wakil Wali Kota bersama rombongan tamu undangan berkesempatan meninjau display produk hasil inovasi para peserta. Produk-produk tersebut mencerminkan pemikiran kreatif dan solusi nyata untuk isu-isu sehari-hari, mulai dari teknologi tepat guna, pemanfaatan limbah, hingga aplikasi digital untuk pendidikan dan kesehatan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi peserta yang berlangsung sepanjang hari, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Para peserta memaparkan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi, serta perwakilan dari BRIDA dan instansi terkait. Penilaian dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan orisinalitas ide, dampak, potensi implementasi, serta keberlanjutan inovasi.
Wakil Wali Kota Astrid Widayani menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta memiliki komitmen kuat untuk menjadikan inovasi sebagai fondasi pembangunan kota. Ia mengapresiasi peran aktif BRIDA sebagai motor penggerak riset dan inovasi daerah yang terus mendorong terbangunnya kolaborasi lintas sektor.
“Melalui Krenova, kita tidak hanya memberikan panggung bagi ide-ide terbaik, tetapi juga membuka pintu untuk pembinaan dan pengembangan ide-ide tersebut agar bisa diterapkan secara luas di masyarakat. Harapan kami, dari lomba ini akan lahir solusi-solusi cerdas yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga,” imbuhnya.
Pemerintah juga menjajaki peluang kolaborasi dengan sektor swasta seperti Shopee dan pengelola Solo Technopark untuk mendukung proses inkubasi dan hilirisasi produk inovatif hasil lomba.
Lomba Krenova 2025 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga simbol semangat bersama dalam menciptakan perubahan positif dari akar rumput. Dengan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat, Pemerintah Kota Surakarta optimis bahwa Solo akan tumbuh menjadi kota budaya yang tidak hanya kaya secara historis, tetapi juga unggul secara teknologi dan inovasi.
Kegiatan ini akan berlangsung hingga penjurian final dan pengumuman pemenang pada akhir bulan Mei 2025. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat memberikan inspirasi serta memperkuat ekosistem inovasi yang lebih terbuka, kreatif, dan berkelanjutan.