Informasi

Detail Berita

WAKIL WALI KOTA SURAKARTA MONITORING PROGRAM ORANG TUA ASUH STUNTING, ANAK ASUH MULAI TUNJUKKAN PERKEMBANGAN POSITIF

WAKIL WALI KOTA SURAKARTA MONITORING PROGRAM ORANG TUA ASUH STUNTING, ANAK ASUH MULAI TUNJUKKAN PERKEMBANGAN POSITIF

Surakarta – Wakil Wali Kota Surakarta melakukan monitoring terhadap anak asuh dari program Orang Tua Asuh Stunting di Kota Surakarta, Kamis (9/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota bersama berbagai pihak dalam menekan angka stunting melalui pendampingan langsung kepada anak dan keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Dinas Sosial, serta kader kesehatan dari kelurahan setempat. Program ini juga melibatkan berbagai asosiasi dan instansi yang peduli terhadap isu stunting di Kota Solo, yang berperan aktif sebagai orang tua asuh maupun mitra pendamping gizi dan kesehatan anak.

Salah satu anak yang dimonitoring adalah Adik Abel, yang sejak dua bulan lalu mendapatkan pendampingan intensif melalui program ini. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, kondisi tumbuh kembang Abel menunjukkan kemajuan signifikan — dari berat badan semula 9,8 kg kini meningkat menjadi 10,2 kg, dan status gizinya sudah masuk grafik normal.

Selain itu, kemampuan berbicara Abel juga mengalami perkembangan positif. Sebelumnya sempat mengalami speech delay, kini ia sudah mulai mampu mengucapkan banyak kata. “Kita patut bersyukur melihat perkembangan Abel. Ini bukti bahwa perhatian dan pendampingan yang konsisten dari orang tua, tenaga kesehatan, serta pihak yang peduli sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak,” ujar Wakil Wali Kota Surakarta.

Beliau menegaskan, penanganan stunting di Kota Surakarta memiliki karakteristik yang berbeda-beda pada setiap anak. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan harus menyeluruh, tidak hanya dari aspek pemenuhan gizi tetapi juga dari faktor lingkungan, pola asuh, dan stimulasi tumbuh kembang.

“Intervensi stunting bukan sekadar soal makanan bergizi, tetapi juga bagaimana kita memastikan anak tumbuh di lingkungan yang sehat, penuh perhatian, dan mendapatkan stimulasi yang sesuai. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, semua pihak harus terlibat,” tegasnya.

Melalui program Orang Tua Asuh Stunting, Pemerintah Kota Surakarta terus mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mewujudkan generasi Solo yang sehat, cerdas, dan tangguh.