Tinjau RS Bhayangkara, Respati Optimalkan Potensi Health Tourism, Sebut Pemerataan Pasien Bisa di RS Tengah KotaWalikota Surakarta Respati Ardi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari dan Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Pol. drg. Agustinus M.H.T meninjau fasilitas dan operasional dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tk IV Surakarta, Kamis (22/5/25). Kunjungan tersebut dalam rangka mengoptimalisasi dan promosi pelayanan RS tersebut pada masyarakat.
“Agenda kami silaturahmi, koordinasi dengan Pak Wali, bagaimana supaya RS Bhayangkara bisa dioptimalkan memberi pelayanan kepada masyarakat,
mengingat lokasi cukup strategis, dokter spesialist lengkap, fasillitas ditinjau oleh Pak Wali dan Bu Kadinkes beliau berkesan cukup bagus, kami mau mengoptimalkan,” tutur Kabiddokkes Polda Jateng
Sejak resmi dibuka untuk umum pada 2023 lalu, RS ini memiliki performa yang baik dalam pelayanan pasien dan terdapat peningkatan kunjungan maupun pelayanan kesehatan.
Respati turut melihat kehadiran RS Bhayangkara di tengah kota bisa menambah fasilitas kesehatan Kota Solo. “Yang kita lihat ini menjadi potensi wisata kesehatan, ada 28 RS di Solo, ini buat ekonomi kota. Tadi untuk membicarakan apa keunggulan RS ini ternyata banyak, uniknya keunggulannya after office, jadi warga yang ingin berobat setelah jam kerja kantor dengan poli-poli bisa setelah jam kantor,” jelas Respati.
Kombes Pol. drg. Agustinus M.H.T berharap Walikota Surakarta bisa membantu sosialisasi dan promosi dari layanan RS Bhayangkara pada masyarakat luas, “Makanya Pak Wali dan Kadinkes hadir di sini akan mengatur sedemikian rupa, masyarakat bisa terlayani merata, tidak terkumpul di salah satu RS,” lanjut Kombes Pol. drg. Agustinus M.H.T.
Respati pun ingin fokus menggali potensi health tourism lantaran banyaknya pengunjung di RS Solo yang datang dari luar kota, “Kita mapping di RS Moewardi, Fatmawati, Bung Karno, untuk mendorong health toursim, apa saja yang bisa menarik potensi kesehatan di Solo, ada layanan BPJS, saya siap membantu publikasi,” lanjut Respati.
Lebih lanjut, Respati akan membuat kebijakan dalam merekomendasikan warga untuk mendapatkan layanan fasilitas kesehatan yang baik dan dekat dari rumah, “RS di tengah kota, nggak usah kruyuk-kruyuk di Moewardi, bisa di sini, dan membuka BPJS juga. Kita ingin membuat kebijakan untuk pemerataan pasien, intinya jarak dari rumah ke rumah sakit dekat, memudahkan warga,” jelas Walikota Surakarta itu.