Talk-Show Hari Remaja Internasional: "We Speak Up Because We Matter: Remaja Berdaya, Bebas dari KekerasanPada tanggal 2 Agustus 2025, Gedung Sekretariat Bersama Kota Surakarta menjadi saksi pelaksanaan Talk-Show bertema "We Speak Up Because We Matter: Remaja Berdaya, Bebas dari Kekerasan". Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Surakarta, Ibu Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., dan dihadiri oleh 75 remaja dari berbagai komunitas di Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo.
Acara ini diselenggarakan oleh PKBI Daerah Jawa Tengah untuk meningkatkan kesadaran tentang kekerasan berbasis gender seksual (KBGS) yang masih menjadi isu serius di Indonesia. Dengan data Simfoni PPA tahun 2024 yang mencatat lebih dari 31.000 kasus kekerasan, di mana lebih dari sepertiga korbannya adalah remaja, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong remaja bersuara dan memahami hak-hak mereka.
Talk-show ini memiliki tiga tujuan utama:
1. Meningkatkan pengetahuan remaja mengenai isu KBGS.
2. Mendorong keberanian remaja untuk bersuara tentang kekerasan yang mereka alami atau saksikan.
3. Menguatkan peran remaja sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.
Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan registrasi peserta, diikuti oleh pembukaan, penampilan tarian dari Tim Tari PGSD UMS, dan sambutan dari berbagai pihak. Ibu Astrid Widayani memberikan **Keynote Speech** yang menginspirasi, diikuti oleh sesi talkshow dengan moderator Agita dari Health Rangers dan narasumber yang berkompeten.
Kegiatan ini juga menyertakan pameran karya photovoice berjudul, hasil kolaborasi Yayasan IPAS dan mitra, yang menjadi ekspresi bagi penyintas kekerasan dan bagian dari peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi berbagai organisasi dan komunitas, menambah kekuatan advokasi untuk remaja serta pencegahan kekerasan.
PKBI Daerah Jawa Tengah berkomitmen untuk memberdayakan remaja dan perempuan dalam perlindungan hak-hak mereka. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Arunika yang berfokus pada pemberdayaan remaja untuk bebas dari kekerasan.