Informasi

Detail Berita

Sri Kayu Furni Fest 2026 Resmi Dibuka, Respati Ardi Dorong Surakarta Menjadi Pusat Industri Furnitur Berkelas Dunia Berbasis Inovasi dan Keberlanjutan

Sri Kayu Furni Fest 2026 Resmi Dibuka, Respati Ardi Dorong Surakarta Menjadi Pusat Industri Furnitur Berkelas Dunia Berbasis Inovasi dan Keberlanjutan

Sri Kayu Furni Fest 2026 Resmi Dibuka, Respati Ardi Dorong Surakarta Menjadi Pusat Industri Furnitur Berkelas Dunia Berbasis Inovasi dan Keberlanjutan


SURAKARTA – Komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat sektor industri kreatif kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Sri Kayu Furni Fest 2026. Festival yang mengusung tema "Smart and Sustainable Living" tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Surakarta Respati Ardi pada Sabtu (4/7/2026), sebagai salah satu agenda strategis untuk memperkuat ekosistem industri furnitur dan mebel sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis industri kreatif yang berdaya saing global.


Pembukaan Sri Kayu Furni Fest 2026 dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perindustrian Kota Surakarta, para pelaku industri furnitur dan mebel, pengrajin, desainer interior, akademisi, komunitas kreatif, mitra usaha, asosiasi industri, perbankan, investor, media massa, serta masyarakat umum yang memberikan dukungan terhadap perkembangan industri furnitur Kota Surakarta.


Dalam sambutannya, Wali Kota Respati Ardi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pelaku industri, komunitas kreatif, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga Sri Kayu Furni Fest 2026 dapat terselenggara dengan baik. Menurutnya, festival ini bukan sekadar pameran produk furnitur, melainkan menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai unsur mulai dari pelaku usaha, pemerintah, akademisi, investor hingga konsumen dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.


Ia menegaskan bahwa perkembangan industri furnitur saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk semata, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam menciptakan inovasi, memanfaatkan teknologi digital, membangun identitas desain, menjaga kualitas produksi, hingga menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan yang kini menjadi tuntutan pasar global.


Menurut Respati Ardi, tema "Smart and Sustainable Living" sangat tepat menjawab tantangan tersebut. Produk furnitur masa kini harus mampu menghadirkan nilai tambah melalui desain yang modern, fungsi yang efisien, penggunaan material yang ramah lingkungan, serta proses produksi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Oleh karena itu, seluruh pelaku industri dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar mampu mempertahankan eksistensinya di tengah kompetisi internasional.


"Ke depan, industri furnitur tidak hanya berbicara mengenai kualitas kayu ataupun kekuatan konstruksi, tetapi juga bagaimana produk tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern yang mengutamakan efisiensi, estetika, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan. Inilah arah yang harus kita bangun bersama," ungkap Respati Ardi.


Ia mengatakan, Surakarta memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi salah satu pusat industri furnitur nasional. Kota ini telah dikenal sejak lama sebagai daerah yang memiliki tradisi kuat dalam bidang kerajinan kayu dan mebel dengan kualitas pengerjaan yang tinggi. Potensi tersebut harus terus dikembangkan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, regenerasi pengrajin muda, pemanfaatan teknologi digital dalam proses produksi maupun pemasaran, serta penguatan jejaring bisnis hingga pasar internasional.


Menurutnya, Sri Kayu Furni Fest 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai produk furnitur unggulan karya anak bangsa kepada pasar yang lebih luas. Festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju INTERFEX 2026 yang diharapkan mampu menghadirkan peluang investasi, memperluas jaringan perdagangan, membuka akses ekspor, sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas produk furnitur asal Surakarta.


Respati Ardi menambahkan, Pemerintah Kota Surakarta terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai program pembinaan bagi pelaku industri kecil dan menengah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi sertifikasi produk, promosi dalam berbagai pameran nasional maupun internasional, pendampingan digitalisasi usaha, hingga memperluas akses pembiayaan dan kemitraan bisnis.


"Kami ingin pelaku UMKM furnitur di Surakarta tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi pelaku usaha yang modern, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi. Pemerintah akan terus hadir sebagai mitra yang memberikan ruang berkembang bagi industri lokal," katanya.

Lebih lanjut, Respati Ardi mengajak seluruh pelaku industri untuk membangun semangat kolaborasi daripada berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kekuatan industri furnitur Surakarta akan semakin besar apabila seluruh elemen mampu bersinergi, mulai dari pengrajin, desainer, pemasok bahan baku, perguruan tinggi, lembaga riset, hingga sektor perbankan dan dunia usaha.


Ia juga berharap lahir lebih banyak inovasi desain furnitur yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai identitas produk Surakarta. Dengan sentuhan kreativitas serta dukungan teknologi modern, produk-produk furnitur lokal diyakini memiliki peluang besar untuk diterima di pasar internasional tanpa kehilangan karakter budaya Indonesia.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk semakin bangga menggunakan produk dalam negeri. Menurutnya, membeli produk lokal bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bentuk nyata dukungan terhadap para pengrajin, pelaku UMKM, serta upaya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Setiap produk furnitur yang dibuat oleh pengrajin Surakarta merupakan hasil kreativitas, ketekunan, dan keterampilan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, mari kita cintai dan gunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan ekonomi bangsa," ujarnya.


Sri Kayu Furni Fest 2026 menampilkan beragam produk furnitur, mebel, dekorasi interior, hingga kerajinan kayu dengan desain inovatif yang mengedepankan konsep keberlanjutan. Selain pameran produk, festival ini juga menjadi ajang promosi bisnis, pertukaran gagasan, pengembangan jejaring usaha, serta membuka peluang kerja sama antara pelaku industri dengan calon investor maupun pembeli dari berbagai daerah.


Pemerintah Kota Surakarta optimistis penyelenggaraan Sri Kayu Furni Fest 2026 akan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan industri furnitur daerah. Selain meningkatkan nilai transaksi perdagangan, festival ini diharapkan mampu memperluas pasar ekspor, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, menyerap lebih banyak tenaga kerja, serta memperkuat posisi Surakarta sebagai kota kreatif yang menjadi salah satu pusat industri furnitur terbaik di Indonesia.


Mengakhiri sambutannya, Respati Ardi mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam membangun industri furnitur yang tangguh. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, ia secara resmi membuka Sri Kayu Furni Fest 2026 seraya berharap festival tersebut menjadi tonggak baru bagi kebangkitan industri furnitur Surakarta menuju pasar global.


"Semoga Sri Kayu Furni Fest 2026 membawa manfaat sebesar-besarnya bagi para pelaku industri, masyarakat, serta kemajuan perekonomian Kota Surakarta, sekaligus semakin mengukuhkan Kota Solo sebagai pusat industri furnitur yang kreatif, inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional," pungkasnya.