Informasi

Detail Berita

Solo Batik Fashion 2025 "Dahulu, Sekarang, dan Nanti" : Perjalanan Batik yang Tak Pernah Pudar

Solo Batik Fashion 2025 "Dahulu, Sekarang, dan Nanti" : Perjalanan Batik yang Tak Pernah Pudar

Solo Batik Fashion (SBF) 2025 digelar di Bale Pangenggar, Taman Balekambang, Kota Solo, selama tiga hari pada Jumat-Minggu (3-5/10/2025) resmi di buka Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto. 


Acara ini bukan hanya sebuah ajang fashion show, melainkan ruang kreasi, inovasi, dan kolaborasi dalam ekosistem ekonomi kreatif di Kota Surakarta Solo Batik Fashion merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk menghubungkan warisan budaya batik dengan dinamika industri kreatif modern.


Walikota Respati Ardi mengatakan bahwa dalam konteks pembangunan daerah, ekonomi kreatif memiliki peran penting sebagai mesin pertumbuhan baru. Sektor ini mampu menghadirkan peluang kerja, membuka pasar baru, serta memberikan nilai tambah bagi UMKM dan pelaku usaha lokal. Batik, sebagai kekayaan budaya kita, memiliki potensi besar bukan hanya untuk dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi produk unggulan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global, terangnya.


"Ke depan, saya berharap Solo Batik Fashion terus berkembang sebagai magnet wisata budaya dan ekonomi kreatif, sekaligus menjadi bukti bahwa batik adalah identitas bangsa yang relevan dengan perkembangan zaman. Mari kita jadikan batik bukan hanya busana, tetapi juga gaya hidup global yang membawa nama Solo dan Indonesia semakin dikenal di dunia," tegas Respati Ardi.


Pergelaran Solo Batik Fashion 2025 ini diadakan dalam rangka Hari Batik Nasional dengan konsep yang berbeda setiap harinya. Hari pertama, panggung akan didedikasikan untuk desain fashion batik yang mewakili 'dahulu' berupa batik klasik.


Sementara hari kedua, akan dibuka untuk para desainer Solo dari berbagai latar belakang tanpa kewajiban menggunakan batik sebagai representasi 'sekarang' dalam dunia mode yang dinamis.


Hari ketiga, tema akan kembali fokus pada batik, melambangkan visi masa depan atau 'nanti'. Selain itu, format panggung tahun ini juga diubah menjadi datar dan tanpa tingkatan. Berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan panggung berundak atau trap.