Informasi

Detail Berita

Sekda Kota Surakarta Hadiri Peringatan Hari Batik Nasional di Kauman

Sekda Kota Surakarta Hadiri Peringatan Hari Batik Nasional di Kauman

Peringatan Hari Batik Nasional di Kampung Batik Kauman Peringatan Hari Batik Nasional di Kampung Batik Kauman, Surakarta, tahun ini tidak hanya menjadi momentum pelestarian budaya, melainkan juga wadah penguatan potensi ekonomi dan pariwisata berbasis UMKM. Acara yang digelar pada tanggal 2 Oktober 2025 ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Surakarta, tokoh masyarakat, serta pelaku UMKM lokal yang setiap hari berjuang untuk menjaga eksistensi batik sebagai warisan budaya bangsa. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Kauman menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur atas ditetapkannya batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. 


Batik tidak hanya menjadi busana, tetapi juga identitas bangsa dan sumber kebanggaan yang mampu menghubungkan tradisi, ekonomi, dan persaudaraan di antara masyarakat. Peringatan ini sekaligus menjadi ajang pelaporan perkembangan potensi Kauman kepada jajaran pemerintah. Salah satu dampak nyata yang dirasakan masyarakat adalah perbaikan infrastruktur jalan di kawasan Kauman. Selama hampir 12 tahun, jalan rusak menyebabkan kawasan ini sepi dan aktivitas UMKM terhambat. Kini, dengan kondisi jalan yang halus, kawasan Kauman kembali ramai dan mampu menjadi magnet wisata. Perubahan ini membawa manfaat besar, terutama bagi pengrajin batik dan pelaku usaha kecil yang kembali bergairah dalam menampilkan produknya. Setiap akhir pekan, Kauman rutin menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas UMKM, di antaranya pasar seni, bazar, hingga pameran produk kreatif. 


Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi dan lembaga perbankan seperti BSI, yang turut membantu penyediaan fasilitas promosi. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Selain membangkitkan UMKM, kawasan Kauman juga mulai mengembangkan moda transportasi wisata ramah lingkungan. Beberapa inovasi telah diperkenalkan, seperti sepeda wisata, skuter listrik, dan armada bemo modern yang dirancang untuk menjadi bagian dari atraksi wisata. Kehadiran moda transportasi ini diharapkan dapat mempermudah wisatawan menjelajahi lorong-lorong Kauman yang kaya akan sentra batik. Bahkan, rencana jangka panjangnya, kendaraan ini akan diintegrasikan dengan bus pariwisata kota sehingga Kauman semakin mudah diakses. Lebih lanjut, paguyuban UMKM Kauman mencanangkan pembentukan koperasi baru yang akan mewadahi pelaku usaha agar lebih terorganisir. Koperasi ini diharapkan menjadi sarana pemberdayaan, pelatihan, dan promosi bersama sehingga produk-produk batik dan kerajinan dari Kauman mampu bersaing di pasar lokal maupun global. Walaupun masih terdapat keterbatasan fasilitas, masyarakat optimistis melalui pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, kualitas UMKM akan semakin meningkat. Kawasan ini juga telah memanfaatkan teknologi digital dalam promosi. Videotron yang ditempatkan di kawasan Kauman menayangkan 40 persen konten pemerintah kota, 40 persen kegiatan komunitas, dan 20 persen produk perbankan. 

Kehadiran videotron tersebut memberi ruang promosi gratis bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka secara luas. Dukungan lain yang diberikan antara lain penyediaan kendaraan roda tiga untuk mendukung kegiatan sosial maupun transportasi komunitas. Melalui acara peringatan Hari Batik Nasional di Kauman, harapannya batik tidak hanya lestari, tetapi juga membawa berkah dan manfaat luas. Keberadaan batik diakui sebagai pilar ekonomi kreatif Kota Surakarta, yang mampu menghidupkan UMKM, memperkuat pariwisata, dan membangun kebanggaan budaya. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Kauman berkomitmen menjaga warisan luhur ini agar tetap menjadi simbol persatuan sekaligus sumber kesejahteraan. 


Acara ini juga menjadi momentum pengingat bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan inovasi. Batik, sebagai warisan budaya, perlu dipadukan dengan strategi promosi modern, infrastruktur yang baik, serta dukungan komunitas agar dapat terus berkembang. Masyarakat Kauman optimistis bahwa dengan dukungan penuh dari pemerintah dan semua pihak, kawasan ini akan tumbuh menjadi destinasi wisata budaya unggulan yang membanggakan Kota Surakarta. Dengan demikian, peringatan Hari Batik Nasional di Kauman tidak hanya sekadar perayaan, melainkan juga tonggak penting menuju kemandirian UMKM, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi lokal


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Budi Murtono, menghadiri peringatan Hari Batik Nasional yang digelar di Kelurahan Kauman, Surakarta. Acara ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia yang telah diakui UNESCO.


Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan masyarakat, komunitas batik, dan berbagai pihak. Ia menekankan bahwa batik tidak sekadar busana, tetapi juga identitas budaya, potensi wisata, dan penggerak ekonomi kreatif di Kota Solo.


“Batik telah menjadikan Solo sebagai pusat warisan budaya yang mendunia. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya melestarikan, tetapi juga mengembangkan batik sebagai kekuatan ekonomi dan destinasi wisata,” ujar Budi Murtono.


Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen terus mendukung pengembangan Kampung Batik Kauman, termasuk dengan pembangunan fasilitas yang bersumber dari hibah Pemerintah Uni Emirat Arab. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.


Acara peringatan Hari Batik Nasional di Kauman berlangsung selama tujuh hari, menampilkan pameran batik, workshop membatik, pertunjukan seni, serta bazar UMKM. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Solo sebagai kota batik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.