Informasi

Detail Berita

IPEMI Surakarta Gelar Pelatihan Crafting Limbah Goni Bersama Perwakilan Disabilitas di Atrium Mall Solo Square

IPEMI Surakarta Gelar Pelatihan Crafting Limbah Goni Bersama Perwakilan Disabilitas di Atrium Mall Solo Square

Surakarta, 30 September 2025 – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Surakarta menggelar kegiatan Pelatihan Crafting Limbah Goni yang melibatkan perwakilan komunitas disabilitas di Kota Surakarta. Acara berlangsung meriah pada Selasa siang, 30 September 2025, bertempat di Atrium Mall Solo Square, dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Surakarta, sekaligus memberikan dukungan penuh atas inisiatif pemberdayaan yang inklusif ini. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus IPEMI Pusat, pengurus IPEMI Soloraya, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi perempuan dan UMKM.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian IPEMI terhadap pengembangan keterampilan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat inklusif. Menurutnya, Kota Surakarta saat ini tengah mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang partisipatif, ramah lingkungan, sekaligus memberi ruang bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

“Kami sangat mengapresiasi langkah IPEMI Surakarta yang tidak hanya fokus pada pengusaha muslimah, tetapi juga merangkul kelompok disabilitas. Melalui pelatihan ini, kita belajar bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi semangat berkarya. Bahkan, dengan kreativitas dan ketekunan, limbah sederhana seperti goni dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi serta ramah lingkungan,” ujar Astrid dalam sambutannya.

Astrid juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Surakarta untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis kreativitas, keberlanjutan, dan kesetaraan.

Pelatihan crafting limbah goni menghadirkan tenaga instruktur berpengalaman di bidang kerajinan tangan dan daur ulang. Para peserta dibimbing langsung dalam teknik mengolah goni bekas menjadi berbagai produk kreatif, seperti tas belanja, dompet, hiasan rumah, souvenir unik, hingga produk dekoratif bernilai seni.

Selain menekankan keterampilan teknis, pelatihan ini juga membekali peserta dengan wawasan tentang pemasaran digital, manajemen usaha kecil, dan strategi pengembangan produk agar kerajinan yang dihasilkan memiliki daya saing di pasar lokal maupun nasional.

Kehadiran perwakilan komunitas disabilitas menambah makna tersendiri bagi acara ini. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, bahkan beberapa karya yang dihasilkan langsung mendapat apresiasi dari pengunjung mall yang menyaksikan secara langsung proses pelatihan.

Dengan pelatihan ini, IPEMI Surakarta berharap para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha produktif yang mampu menopang ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah dan menjadikannya sebagai peluang bisnis yang berkelanjutan.

Lebih jauh, pelatihan crafting limbah goni ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring usaha muslimah, mendorong tumbuhnya UMKM baru berbasis kreativitas, sekaligus memperkuat citra Surakarta sebagai kota yang inovatif, ramah lingkungan, dan inklusif.

Acara yang berlangsung selama satu hari ini ditutup dengan sesi pameran mini hasil karya peserta yang dipamerkan langsung di Atrium Mall Solo Square. Para pengunjung mall yang hadir tampak antusias menyaksikan karya kreatif hasil olahan limbah goni, sekaligus berinteraksi langsung dengan peserta pelatihan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dari berbagai program lanjutan IPEMI Surakarta untuk terus memperluas manfaat, memperkuat kapasitas perempuan pengusaha, dan mendukung terciptanya ekosistem bisnis yang berbasis kemandirian, kepedulian sosial, serta kelestarian lingkungan.