Informasi

Detail Berita

Hari Keluarga Nasional 2026, BKKBN Jateng Dorong Peran Ayah dan Penguatan Kualitas SDM Keluarga

Hari Keluarga Nasional 2026, BKKBN Jateng Dorong Peran Ayah dan Penguatan Kualitas SDM Keluarga

Hari Keluarga Nasional 2026, BKKBN Jateng Dorong Peran Ayah dan Penguatan Kualitas SDM Keluarga

SURAKARTA — Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam menyemarakkan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 melalui berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan pelayanan keluarga berencana, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), hingga pelestarian budaya lokal. Apresiasi tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional 2026 yang digelar di Pendhapi Gedhe Balai Kota Surakarta, Selasa (14/7/2026).

Dalam sambutannya, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa di tengah keterbatasan anggaran, Pemkot Surakarta tetap mampu menghadirkan rangkaian kegiatan Harganas yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat. Berbagai capaian pelayanan keluarga berencana bahkan berhasil melampaui target, termasuk pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW), yang dipadukan dengan edukasi melalui pertunjukan Wayang Orang bertepatan dengan peringatan 116 tahun Wayang Orang Sriwedari.

Selain itu, BKKBN juga mengapresiasi penyelenggaraan gerakan “Gerakan Bapak Seneng Momong Anak Solo” sebagai bentuk implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang dikemas dengan pendekatan kearifan lokal.

Perwakilan BKKBN menjelaskan, tema Hari Keluarga Nasional ke-33, “Ayah Wajib Hadir”, dipilih karena masih tingginya angka ayah yang belum terlibat aktif dalam pengasuhan anak. Berdasarkan data BKKBN tahun 2025, sebanyak 25,8 persen ayah di Indonesia belum hadir secara optimal dalam proses pengasuhan.

“Kalau anak dilahirkan bersama-sama, maka pengasuhannya juga harus dilakukan bersama-sama. Kehadiran ayah bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga mendampingi tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan ayah memberikan kontribusi besar dalam pembentukan karakter anak. Ayah dinilai mampu menumbuhkan keberanian, kemandirian, serta kemampuan anak dalam menghadapi tantangan, sehingga kehadiran ayah menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang berkualitas.

Pada kesempatan tersebut, BKKBN juga mengingatkan bahwa Jawa Tengah telah memasuki fase replacement level, dengan Total Fertility Rate (TFR) sebesar 2,07 atau berada di bawah angka 2,1. Kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan penduduk mulai seimbang sehingga fokus pembangunan kependudukan kini tidak lagi pada peningkatan jumlah penduduk, melainkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, Indonesia sedang berada pada era bonus demografi dengan sekitar 68 persen penduduk berada pada usia produktif. Momentum tersebut harus dimanfaatkan melalui investasi pada kualitas keluarga, pendidikan anak, kesehatan, serta pola pengasuhan yang baik agar bonus demografi tidak berubah menjadi beban pembangunan di masa depan.

“Yang perlu kita siapkan sekarang adalah kualitas sumber daya manusianya. Anak-anak harus mendapatkan pengasuhan yang baik, tumbuh kembangnya diperhatikan, dibiasakan disiplin sejak dini, sehingga nantinya mampu menjadi generasi yang berkualitas,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah mengajak Pemerintah Kota Surakarta memanfaatkan keberadaan penyuluh keluarga berencana sebagai mitra strategis dalam menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan keluarga sekaligus mewujudkan keluarga Indonesia yang harmonis, berkualitas, dan sejahtera.