Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2025, Respati; ‘Sinergi Solo Jadi Tujuan Mudik Aman dan Nyaman’Menjelang perayaan Idulfitri 1446 H, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, bertindak sebagai pendamping Inspektur Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 yang berlangsung di Polresta Surakarta, Jumat (21/3/25) pagi. Upacara ini menjadi bagian dari persiapan besar untuk memastikan kelancaran arus mudik serta memberikan rasa aman dan nyaman yang melakukan perjalanan mudik, khususnya di wilayah Kota Surakarta.
Polresta Surakarta juga menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti hasil Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), Operasi Keselamatan, dan Operasi Pekat yang telah berlangsung sejak Januari hingga Maret 2025. Barang bukti yang dimusnahkan antara lain ribuan botol minuman keras ilegal serta knalpot tidak sesuai spesifikasi (knalpot brong).
Dalam aksi simbolis, Wali Kota Surakarta turut serta dalam proses penghancuran botol minuman keras dengan menggunakan alat berat. Pemusnahan ini dilakukan sebagai bentuk ketegasan aparat dalam menegakkan ketertiban dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi masyarakat, terutama selama bulan Ramadan dan menjelang arus mudik lebaran.
Dalam sesi doorstop, Respati menegaskan komitmen Pemkot Surakarta dalam mendukung kelancaran mudik tahun ini. "Sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur, mudik tahun ini harus menjadi momentum kebersamaan. Bersama elemen masyarakat, kepolisian, dan TNI, kita sengkuyung bareng-bareng, bersinergi, agar Kota Solo menjadi tujuan mudik yang aman dan nyaman," ujarnya.
Respati menyebut bahwa Jawa Tengah diperkirakan akan menerima hampir 5% dari total pemudik nasional. Meskipun tidak ada persentase khusus untuk Kota Solo, namun kota ini tetap menjadi salah satu prioritas tujuan utama mudik di Jawa Tengah.
Puncak arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada 27-28 Maret 2025, seiring dengan kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang memungkinkan masyarakat lebih fleksibel dalam melakukan perjalanan mudik. Untuk itu, Pemkot Surakarta telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan kelancaran dan kenyamanan pemudik.
“Kami telah mendirikan posko-posko di beberapa titik strategis dan berkoordinasi dengan camat serta lurah untuk memanfaatkan kantor kecamatan dan kelurahan sebagai posko mudik. Ini merupakan bentuk kesiapan kami dalam menyambut para pemudik,” jelasnya.
Dengan persiapan matang dan kolaborasi lintas sektor, Respati optimistis bahwa Solo akan menjadi kota tujuan mudik yang memberikan rasa aman, nyaman, dan penuh kehangatan bagi para pemudik yang kembali ke kampung halaman.