Didapuk Jadi Pembicara di Jakarta Future Festival, Respati Kampanyekan Work From Solo dan Bawa Solo Corridor Cultural di DKIWalikota Solo Respati Ardi didapuk menjadi pembicara di Jakarta Future Festival (JFF) 2025 di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2025) malam, bersama empat tokoh lainnya yang terdiri dari Walikota Bandung; Muhammad Farhan, Walikota Medan; Rico Tri Putra Bayu Waas, Walikota Padang; Fadly Amran, dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta; Wibi Andrino.
Dalam forum diskusi, Walikota Respati menyoroti kekuatan Surakarta di bidang transportasi publik dan budaya, yang dinilainya memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan bersama Jakarta. Ia menekankan bahwa kerja sama antarkota merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan publik yang inklusif sekaligus memperkuat promosi warisan budaya di tingkat nasional maupun global.
“Surakarta memiliki kekayaan budaya yang terus dijaga dan dikembangkan, serta sistem transportasi publik yang semakin terintegrasi. Kolaborasi dengan Jakarta dapat membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan inovasi di bidang pelayanan publik dan pariwisata berbasis budaya,” ujar Respati Ardi.
Selain menyampaikan program prioritas daerah sinkron dengan pemerintah pusat yang termaktub dalam ‘Asta Cita Surakarta’, Respati pun turut mengkampanyekan Work From Solo. “Saya mengajak semuanya untuk Solo Living, Work From Solo, bagi para pekerja dari Jakarta yang remote bisa bekerja dari Solo, nikmati Solo Living-nya,” paparnya menjelaskan potensi Solo yang ditetapkan sebagai Kota Layak Huni di Indonesia.
Tak hanya itu, Respati akan membawa konsep Solo Corridor Cultural di DKI Jakarta sebagai promosi kota budaya di tengah kota metropolitan. “Akan kami kerjasamakan dengan pemerintah Jakarta, ‘Solo Corridor Cultural’--budaya Solo akan ditampilkan di koridor tertentu di Kota Jakarta,” tandasnya optimis.
Festival yang mengusung semangat ‘Collaborate to Elevate’ yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta ini hadir dalam rangka menyambut tiga agenda strategis: penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, perayaan 500 tahun Jakarta, serta visi Jakarta sebagai salah satu dari “Top 20 Global City”.