Solo – Balai Tawang Arum, Kompleks Balai Kota Surakarta, Kamis (18/9/2025), istri Wali Kota Solo, Venessa Winastesia, sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekaligus Bunda Literasi Kota Solo. berkomitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini serta menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat. kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Guru PAUD dan Kelas Orang Tua yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah Solo
Sebagai Bunda PAUD, Venessa diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam upaya meningkatkan mutu layanan PAUD. Perannya tidak hanya sebatas simbolis, melainkan juga praktis melalui kegiatan pendampingan, pembinaan, dan penguatan kapasitas tenaga pendidik PAUD. Hal ini sejalan dengan visi Kota Solo mencetak generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkarakter sejak dini.
Sementara itu, sebagai Bunda Literasi, Venessa memikul tanggung jawab besar dalam menumbuhkan budaya membaca. Tugas ini meliputi peningkatan minat baca masyarakat, penyediaan akses bahan bacaan yang memadai, serta dukungan terhadap program-program literasi berkelanjutan. “Pendidikan yang kuat harus diiringi dengan literasi yang baik. Membaca adalah kunci membuka dunia pengetahuan,” tegasnya.
Acara Bimbingan Teknis Guru PAUD tahun ini mengusung tema “PAUD Holistik Integratif untuk Percepatan Penurunan Stunting”. Sebanyak 150 orang tua murid dari lima kecamatan di Surakarta turut hadir, di samping para guru PAUD, pengurus Persatuan Penyelenggara PAUD, Bunda PAUD kecamatan, dan perwakilan Dinas Pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta dalam sambutannya menekankan bahwa PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) adalah pendekatan penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini. Pendekatan ini meliputi aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.
“Stunting adalah masalah serius yang berdampak pada kualitas hidup anak-anak kita. Karena itu, melalui PAUD holistik integratif, kita berupaya memberikan dukungan komprehensif agar anak-anak Solo tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Surakarta telah menyiapkan landasan hukum berupa Peraturan Daerah dan Peraturan Wali Kota terkait wajib belajar 1 tahun PAUD. Regulasi ini menjadi dasar untuk memastikan seluruh anak di Solo mendapatkan hak pendidikan dasar sejak usia dini, sebagai bekal menuju jenjang pendidikan lebih tinggi.
Ketua Persatuan Penyelenggara PAUD Kota Surakarta, Mufidah Budimurtono, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa bimtek kali ini merupakan tindak lanjut dari program Kementerian Pendidikan mengenai implementasi PAUD Holistik Integratif.
“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk sosialisasi agar orang tua memahami peran mereka dalam mendukung periode emas tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Menurutnya, peran orang tua sama pentingnya dengan peran guru. Dengan memahami pola asuh yang tepat, pemberian gizi seimbang, serta stimulasi yang benar, orang tua dapat berkontribusi nyata dalam pencegahan stunting sekaligus mendukung kesiapan anak memasuki pendidikan dasar.
Narasumber dari BPPM Provinsi Jawa Tengah serta empat fasilitator PAUD HI Kota Surakarta hadir memberikan materi dalam kegiatan ini. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pentingnya peran keluarga dalam memberikan pola asuh, gizi, dan pendidikan nonformal di rumah.
“Sekolah memang tempat belajar, tetapi rumah adalah madrasah pertama anak. Orang tua, khususnya ibu, adalah guru utama yang akan membentuk karakter anak sejak dini,” tegas salah satu narasumber.
Dalam sesi berbagi pengalaman, seorang ibu peserta mengungkapkan bagaimana pola asuh yang kurang tepat bisa berpengaruh pada kesehatan anaknya, terutama terkait pemberian makanan bergizi. Testimoni ini menjadi pengingat bahwa edukasi orang tua sangat penting dalam mencegah kasus stunting dan menjaga kualitas tumbuh kembang anak.
Selain meningkatkan kompetensi guru PAUD, Pemkot Surakarta juga menaruh perhatian besar pada kesejahteraan tenaga pendidik PAUD. Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa tahun depan pemerintah berencana memberikan insentif khusus bagi pendidik PAUD.
“Para pendidik PAUD adalah garda terdepan dalam mencetak generasi bangsa. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan mereka adalah wujud penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga menegaskan target pembangunan pendidikan 13 tahun, yang meliputi 1 tahun PAUD, 6 tahun SD, 3 tahun SMP, dan 3 tahun SMA. Target ini diharapkan dapat memastikan seluruh anak Solo mendapatkan pendidikan yang layak hingga tingkat menengah atas.
Kegiatan Bintek Guru PAUD dan Kelas Orang Tua ini bukan hanya ajang pelatihan teknis, melainkan juga momentum kebersamaan. Sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun fondasi pendidikan yang kokoh.
Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kota Solo, Venessa Winastesia, menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mendukung program-program PAUD serta literasi di Kota Solo. “Mari bersama-sama kita wujudkan generasi Solo yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan kehadiran Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Solo tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga penggerak nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini serta budaya literasi di masyarakat.